“Tak pernah neraca perdagangan kita membagi atas barang dan jasa tapi berdasar perdagangan barang migas dan nonmigas,” ujar Menteri Perdagangan, Thomas Lembong di sela pertemuan World Economic Forum (WEF) 2016 di Davos, Swiss, Jumat malam waktu setempat.
Dilansir antaranews, Menteri Thomas lebih lanjut mengatakan selama ini fokus Indonesia dalam perdagangan internasional terbatas pada perdagangan barang, yakni migas maupun nonmigas dan jarang sekali menyentuh sektor jasa.
“Sektor jasa harus lebih banyak diunggulkan menjadi mesin ekonomi. Sektor jasa sudah sepantasnya lebih dikembangkan,” ujarnya.
Thomas mengakui banyak bidang jasa di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain, termasuk negara tetangga di Asean seperti Singapura.
Padahal, lanjutnya, Indonesia memiliki nilai lebih yang bisa diandalkan dalam industri jasa misalnya karakter masyarakat yang kreatif, humoris, ramah, dan simpatik.
Namun demikian, ada yang harus ditingkatkan jika ingin menjadikan sektor jasa sebagai andalan dalam perdagangan internasional yakni tingkat kedisiplinan serta gesit.
Sementara itu terkait pertemuan WEF, Thomas menyatakan bahwa forum ini merupakan ajang memperluas jaringan kerja sama ekonomi internasional dengan negara-negara di dunia dengan agenda utama yakni Revolusi Industri Keempat.
Mendag menyatakan bahwa Indonesia dituntut untuk siap memasuki era teknologi yang lebih canggih dalam perdagangan internasional.
"Kita harus melakukan percepatan di semua hal karena pertumbuhan dunia begitu cepat. Apa yang dikatakan Presiden percepatan itu tepat," pungkasnya.


0 komentar